Story of The Movement – Chapter III – Finale

Sembuh dari hepatitis dan memasuki recovery tahap kedua.
Saat itu Maret 2009,  sebuah telepon dari nomer yang tidak aku kenal.

“Selamat Siang”
Ya..
“saya bapaknya Anwar mas..saya mau ketemu sampean ..gimana kapan kita bisa ketemu?”
Oh..iya pak bisa..biar saya saja yang ke rumah bapak.

Dari pertemuan dan pembicaraan singkat. Sebuah kepercayaan telah  diletakkan. Kepercayaan adalah sebuah janji di pundak yang harus “digendong kemana-mana”.

Sementara itu ada kabar bahwa pada bulan Juli nanti aku sudah harus berada di suatu tempat ajaib yang suatu saat akan menjadi tempat tinggalku.

Janji adalah tetap sebuah janji. Memenuhi janji adalah tugas lelaki sejati.
Stress itu pasti, tekanan ada di kanan kiri. Tapi tidak ada yang tidak selesai kalau kita memang berniat baik. Dan Tuhan selalu bersama orang orang yang berani.

Satu demi satu sudah bisa diselesaikan. Beban sedikit demi sedikit berkurang. dukungan dari kawan kawan dan keluarga adalah segalanya.
Kepercayaan itu sudah menjadi “bibit” yang segera akan menjadi besar. Tumbuh dan berkembang serta berbuah besar. Sayang aku tidak ada disana mengikutinya.

16 Juli 2009. Sebuah langkah kecil telah dipilih. Menunaikan Janji yang belum selesai. Semua barang telah dipack. Dan perjalanan ke barat akan segera dimulai.

Terima kasih untuk kawan kawan (maaf aku gak pernah menganggap kalian kawan…karena kalian semua adalah keluargaku).
Terima kasih telah menemani selama aku di Jember. Kawan kawan yang selalu ada di warung kopi, dan menjadi teman ngobrol sekaligus teman untuk tertawa bersama.

Sudah saatnya melangkah pergi dan menunaikan janji lelaki sejati pada ibu tercinta. Leaving The Safest Place on Earth

Finale means the closing section of a musical composition.

aku sudah menyelesaikan komposisi musik ku. Sebentar lagi aku pasti membuat komposisi musik yang lain.

ps :

thanx to everyone who always with me in flesh
Kawan kawan The Last Night Coffee,  Ade tribe, Widi, Anam, Kopral, Welly thanx
Tukul, Daniel, Bayu somad, Moenk Sailorkulot, Bayu donceh, Njup BobZilla (DPRD yok cuk !), Noy Nurulkova, Ilunk (Mother Russia), Krupuk (stay carding), Reddy (servisen hapeku)
Cipan, Mak Cipan (Your sambel still the hardcore one.. mama )
BJ family, IMPA AKASIA,  Anwar Central (Your father is Godfather..)
Djoyo is Dad, Kukuh, Oepiq, Agung Ram, Marwoto, Saka, Spining Jenny (noise !)
Wawa (tempat nongkrong sampai mati) and staff (your name will be written in the wall of my heart)

Kawan kawan lain yang nggak kesebut. You are in my heart if not in print.
See you all brother.

Advert

Story of the movement – Chapter II – Conflict

Selesai berurusan bersama “gigi berhala” dan kencan dengan dokter gigi biadap. Babak baru dimulai lagi. Recovery baru saja mulai ternyata “menjadi kuli” adalah pasti. Pekerjaan yang ditinggal menjadi tumpukan sampah yang harus segera dibersihkan. Bersih bersih yang menyita waktu dan tenaga. Akhirnya sampai juga pada puncaknya. Kelelahan.

Demam tinggi, lemas dan tidak ada nafsu makan. Pilihannya antara Tipus dan demam berdarah. (saat itu memang lagi jadi trend memang). Setelah menjalani antrian  43 orang, hanya untuk diinjeksi dan diberi beberapa obat generik penurun panas. Akhirnya demam itu turun. Tapi tetap disarankan untuk menjalani tes darah.
Ok…tes darah dan hooplaaa…positif..hepatitis.
“Sementara gak boleh makan pedes, minum susu, atau kopi dan kurangi makan yang asem asem bla bla bla…” ucapan bapak dokter yang lucu itu kayaknya lebih sakit dari di telinga daripada hepatitisnya sendiri.
Jrit …gak boleh makan pedes sama minum kopi itu adalah siksaan kejam yang paling kejam sepanjang sejarah penciptaan manusia. Dan ya akhirnya istirahat total selama 2 minggu.

Ternyata dalam masa bed rest itu. Banyak kejadian kejadian yang ajaib.
banyak peristiwa yang ditutup tutupi oleh keluarga menjadi sesuatu yang terbuka. Terbuka bagiku terutama.

Mulai dari peristiwa penipuan yang menimpa ibuku yang dilakukan oleh bekas teman kantornya. Sampai konflik dalam keluarga besar ibuku. Ya ya ya…memang dari sebuah tumbuhan kadang ada bibit yang bagus dan ada juga bibit yang jelek. Rumput pun kadang bisa jadi pengganggu bila tumbuh dalam rumah. Dan dalam pertama dalam sejarah hidupku.Semenjak kecil hingga bangkotan sekarang ini pertama kalinya melihat sang ibu tercinta murka. Murka pada “rumput” yang tumbuh dalam rumah kecilnya. Yeah..that’s not me of course….

Dari konflik besar ini memang akhirnya terbuka juga siapa yang salah siapa yang benar. Dari konflik ini akhirnya seorang lelaki sejati membuat janji pada sang ibu.

Yes ..i’ve made my promise…

Story of The Movement – Intermezzo – Date with Dentist

Aku : Yang kanan kan dok ?
Dr.Gigi : Iya, udah gak sakit kan ?
Aku : Udah gak apa apa kok
Dr.Gigi : Ayoh mangap ..
Aku : woh

mulai menyuntik.

Dr.Gigi : Tunggu bentar

5 menit berlalu

Dr.Gigi : Ok yookk dimulai. Ayo mangappp
Aku : wuw
Dr.Gigi : Hemmm ini kok kaya kemaren ya.
Aku : —-(udah gak bisa ngomong pas mangap soale)
Dr.Gigi : Angel men toh nyabut untumu iki.
Aku : !!^&&%!^%^!&!!
Dr.Gigi : Emang agak susah sih nyabut gigi berhala model kamu ini.

Dokter Gigi biyadap pas aku mangap kok ya ngajak becanda
IKI PIYE NEK NGGUYU..

Story Of The Movement – Chapter I – Symphony of Sickness)

Sebenernya ini cerita basi aja sih. tapi daripada gak ada kerjaan dan daripada blog juga gak keurus. Kenapa juga harus bahasa inggris sih judulnya. alesannya biar keren aja. masa sih kalah ama selebritis dan politikus indonesia yang kadang sok keminggris itu. kan iya.
cerita ini terbagi dalam beberapa chapter (tau gak artinya chapter sih, sebodo amat aku juga gak peduli, orang dibilang ini biar keren aja kok)

Dimulai aja daripada bertele tele. Januari 2009, pertengahan bulan. Setelah sarapan pagi di siang yang panas (jam 11.00 sarapan itu adalah keren). Mendadak saja “serangan” itu datang. Sewaktu berboncengan motor dengan seorang kawan yang memiliki nama Daniel. Tiba-tiba saja rasa pusing yang parah mendera. Sekeliling ini terasa seperti berputar, dan perut juga terasa mual.Dan gak berapa lama langsung aja itu perut seperti diaduk dan akhirnya muntah begitu saja.
Aku pikir mungkin masuk angin saja. Tapi anehnya kalau dipakai tidur rasa pusingnya malah tambah kerasa. Berputar putar. Minum beberapa jamu untuk masuk angin ternyata tidak membawa efek yang berarti.

2 hari tidak ada perubahan, akhirnya aku memutuskan untuk pulang saja. Mungkin saja tangan ibu ku yang pensiunan perawat bisa menyembuhkan. Selama perjalanan dari Jember ke Lamongan. Aku cuman bisa duduk lemas, sengaja aku tidak mengisi perut karena bila aku makan nanti juga akhirnya malah muntah di jalan. Sampai di terminal Bungurasih, Surabaya. Turun dari bis pun aku terpaksa berjalan pelan dan mendekat pada tiang di sepanjang lorong. Ini dikarenakan efek pusing yang masih terasa dan mata juga terasa nanar, dan jalanpun terasa tidak seimbang.

Sampai di rumah segera saja periksa ke dokter.Oleh dokter yang satu ini, disarankan untuk ke dokter spesialis THT. Di dokter spesialis THT diperintahkan untuk rontgen kepala. Dan dari hasil rontgen ternyata didapati ada sinusitis di atas alis mata kanan atas. Kemudian juga diperintahkan untuk mencabut 2 gigi geraham atas yang diketahui berlobang.

Akhirnya diketahui ternyata aku menderita vertigo dengan bonus sinusitis. Yoih vertigo, sinusitis dan masalah gigi. Sakit kok rombongan.
Last word.. Sakit itu Sux !

My Mothers Childhood

Old Picture

Dark room with window

Beastie Boys – Sabotage

YouTube Preview Image

Buanglah atau…



Buanglah atau…, originally uploaded by astralclouds.

Tulisan pada tembok di sebuah wisma di Pasir Putih

Tentang Kekerasan

Sebenarnya sih ini amat sangat basbang. Cuma karena ide iklan ini memang keren ya mau bagaimana lagi. Selamat menikmati.

Flash Gordon OST Cover

Vintage Original Soundtrack album cover design. The red and yellow, so simple.

Page 1 of 1612345...Last »
?>